Cari Di Blog Ini

Jumat, 20 April 2012

ISRAJ MIKRAJ MUKJIJAT MUHAMMAD TERBUKTI SECARA ILMIAH & SEJARAH

ISRAJ MIKRAJ MUKJIJAT MUHAMMAD TERBUKTI SECARA ILMIAH & SEJARAH



Oleh : Lukas Santoso

ISRA MIKRAJ
Bismilahirahmanirahim....

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. 17:1)

SEKILAS TENTANG ISRA MIKRAJ 
Adalah dua bagian dari perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa ini Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam. Dalam Isra, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam "diberangkatkan" oleh Allah SWT dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Lalu dalam Mi'raj Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Di sini Beliau mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan salat lima waktu. Bagi umat Islam, peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang berharga, karena ketika inilah salat lima waktu diwajibkan, dan tidak ada Nabi lain yang mendapat perjalanan sampai ke Sidratul Muntaha seperti ini. 

Isra Mikraj terjadi pada periode akhir kenabian di Makkah sebelum Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam hijrah ke Madinah yaitu antara tahun 620-621 M. Menurut al-Allamah al-Manshurfuri, Isra Mi'raj terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian. Secara pasti kapan tepatnya peristiwa itu terjadi dalam pandangan umat Islam tidaklah begitu penting karena kejadian tersebut terjadi pada waktu lampau dan umat Islam sesungguhnya tidak memiliki budaya untuk merayakan suatu kejadian seperti merayakan kelahiran Nabi meskipun ada yang melakukannya. 

ISRA MIKRAJ DALAM PEMIKIRAN KAU ORIENTALIS
Kejadian Isra Mi'raj ini banyak ditentang oleh terutama oleh kaum orientalis (Pemikir Barat, Yahudi, Kristen/nasrani, Atheis) dengan mengedepankan berbagai aspek baik aspek ilmiah maupun aspek sejarah. Mereka sangat berkepentingan untuk menggugurkan terjadinya peristiwa Isra Mukraj sesuai (QS. 17:1) tersebut. Timbulnya upaya untuk meruntuhkan kebenaran terjadinya peristiwa Isra Mukraj terutama didasarkan oleh :
a. Dengan runtuhnya keyakinan peristiwa Isra Mukraj sesuai (QS. 17:1) yang merupakan salah satu Mukjijat Nabi Muhammad SAW menjadi batal, maka menjadi batal pula perintah untuk melaksanakan ibadah sholat yang diibaratkan sebagi tiang agama Islam.

b. Dengan gugurnya perintah untuk melakukan kewajiban sholat atau menyembah Allah, maka menjadi pembenaran atau legitimasi bagi umat Kristen atau nasrani untuk tidak melaksanakan Sholat seperti yang dilakukan Yesus pada Mat 26:39 , Mark 14:35 dan Lukas 22:41. Pada ayat ayat tersebut sangat jelas dan gamblang bahwa pada Injil atau kitab perjanjian baru Yesus mengajarkan SHOLAT atau menyembah Allah dengan cara berdiri kemudian sujud.
Kedua hal tersebutlah yang terutama melatar belakangi mengapa kaum orientalis (Pemikir Barat, Yahudi, Kristen/nasrani, Atheis) menetang keras peristiwa Isra Mikraj.

ISRA MIKRAJ DITINJAU ASPEK ILMIAH
Dalih kaum orientalis adalah "mana mungkin manusia termasuk Nabi Muhammad mampu berjalan demikian cepat bahkan mampu melebihi kecepatan sinar". Kenyataan ilmiah membuktikan bahwa setiap sistem gerak mempunyai perhitungan waktu yang berbeda dengan sistem yang lain. Bahwa kebutuhan waktu untuk mencapai suatu sasaran berbeda satu dengan lainnya. Benda padat membutuhkan waktu yang lebih lama di bandingkan dengan suara, demikian juga suara lebih lama di bandingkan dengan cahaya, sehingga kita dapat berkata bahwa ada sesuatu yang tidak membutuhkan waktu untuk mencapai sasaran. 

Bukti lain bahwa manusia mampu melakukan perjalanan demikian jauh diluar kemampuan fisiknya adalah dengan penguasan teknologi. Manusi mampu melakukan perjalanan melebihi keceptan suara bukanlah suatu hal yang mustahil saat ini. Penemuan pesawat supersonik dan pesawat antariksa lainnya membuktikan bahwa ketidak mustahilan umat manusia untuk melakukan perjalanan menembus ruang angkasa manapun. Dengan teknologi pula bukanlah hal yg mustahill bahwa kelak manusia mampu melakukan perjalanan dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya. Tentang perlunya penguasaan teknologi untuk mampu melakukan suatu perjalanan jauh yang melebihi kecepatan manusia biasa yaitu dengan kecepatan yang tinggi atau menjelajahi ruang angkasa juga telah diuraikan pada (QS. 55:33) sebagai berikut:

Hai jama'ah jin dan manusia,jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan". (QS. 55:33) 

Dengan demikian didasarkan kajian ilmiah bahwa manusia mampu melakukan perjalanan demikian cepat atau peristiwa Israj Mikraj yang waktu itu adalah hal yang sangat mustahil tapi saat ini bukanlah suatu hal yang mustahil bila dengan pengusaan teknologi serperti yang telah ditunjukan oleh kemampuan manusia akhir akhir ini. Dari pernyataan ini maka Nabi Muhammad dengan teknologi yang diciptakan Allah sendiri manjadikan Nabi Muhammad mampu melaksanakan perjalanan yang demikian cepatnya yaitu peristiwa Isra Mikraj. Jadi hanya karena keterbatasan berpikir dan kemampuan manusia sajalah orang orang yang menolak terjadinya peristiwa Israj Mikraj.

ISRA MIKRAJ DITINJAU ASPEK SEJARAH
Dalam aspek sejarah, kapan tepatnya peristiwa Isra Mukraj belum satupun yang mengetahui secara pasti, ini disebabkan karena keterbatasan kemampuan manusia. Beberapa ulama Islam berbeda pendapat dalam hal kapan tepatnya terjadi peristiwa Isra Mikraj tersebut. Namun seperti yg telah dijelaskan diatas bahwa bukan waktunya kejadiannya yang dipenting dari peristiwa tersebut, tapi yang lebih penting adalah peristiwa perjalanan Nabi Muhammad yang merupakan mukjijat Muhammad sesuai dengan kajian ilmiah dan perintah untuk dilakukannya melaksanakan sholat.

Perbedaan pendapat dikalangan Islam kapan tepatnya waktu terjadinya peristiwa Isra Mikraj dijadikan peluang oleh Kaum Orientalis untuk menyerang Islam. Menurut mereka berdasarkan kajian sejarah bahwa kejadian Isra Mikraj tidak terbukti. Hal tersebut didasarkan kepada bahwa Masjid al Aqsa yang mereka sebut sebagai Bait Allah sudah dihancurkan sama sekali oleh pasukan Titus Roma pada tahun 70 Masehi. Sementara Masjid al Aqsa baru dibangun kembali pada tahun 691 Masehi dibawah pengawasan Amir Abdul Malik. Jadi bagaimana mungkin Nabi Muhammad berpendapat bahwa ia pernah melihat mesjid tersebut? 

Atas tuduhan tersebut tentunya kita akan bertanya, apakah bangunan Masjid Al Aqsa apapun bentuknya ketika awal dibangun dulu adakah sama dengan bangunan Masjid Masjid Al Aqsa saat ini? Kemudian ketika dirusak atau rusak karena sebab lainnya maka apakah masjid Al Aqsa hilang bagaikan ditelan bumi sehingga saat Nabi Muhammad melakukan Isra Mikraj mesjid itu sudah tidak ada? Jawabnya singkat Mesjid Al Aqsa masih ada dan Tidak musnah bak ditelan bumi, bagaimana penjelasannya? uraiannya berikut ini.

Area masjid ini dahulu adalah bagian perluasan pembangunan bukit oleh Raja Herodes Agung, yang dimulai pada tahun 20 SM. Sisa-sisa pembangunan tersebut saat ini masih dapat ditemukan di beberapa lokasi mesjid tersebut. Konstruksi tiang-tiang kolom besar persegi di bagian utara masjid serta tembok-temboknya, baru-baru ini ditetapkan memiliki usia jauh lebih tua daripada yang diperkirakan sebelumnya oleh peneliti-peneliti terdahulu (berdasarkan tulisan para saksi mata dari masa itu), yaitu bahwa konstruksi tersebut berasal dari masa kekuasaan Romawi. Tembok-tembok tersebut dibangun kembali atau diperkuat tidak lama setelah penghancuran Yerusalem pada tahun 70 Masehi (oleh pasukan Titus). 

Dari uraian diatas jelaslah bahwa meskipun Mesjid tersebut telah dihancurkan pada tahun 70 Masehi bukan berarti Mesjid tersebut telah habis sama sekali, apalagi ternyata setelah dihancurkan bangunan Mesjid tersebut dibangun kembali beberapa tahun kemudian. Perlu dipahami disini bahwa penghancuran Mesjid pada tahun 70 masehi tersebut bukan berarti hilangnya Mesjid tersebut dari muka bumi. Sejarah membuktikan HIROSHIMA dan NAGASAKI meskipun hancur diluluh lantakan oleh bom Atom sekalipun, kenyataan sampai sekarang masih tegak berdiri. Apalagi bila penghacuran yg dilakukan oleh Pasukan Titus ditahun 70 Masehi yang hanya masih mengandalkan otot belaka. 

Dengan demikian berdasarkan pemikiran sejarah, saat Nabi Muhammad melakukan ISRA MIKRAJ mesjid Al Aqsa tersebut masih ada dan apapun bentunya tidak hilang ditelan bumi meski telah dihancurkan oleh siapapun. Pada era Nabi Muhammad Mesjid Al Aqsa adalah masjid kecil yang kemudian pada periode berikutnya mengalami pembangunan kebali karena berbagai sebab diantara akibat gempa bumi. Ketika Tentara Salib menaklukkan Yerusalem pada tahun 1099, mereka menggunakan masjid ini sebagai istana dan gereja, namun fungsi masjid dikembalikan seperti semula setelah Shalahuddin merebut kembali kota itu. Renovasi, perbaikan, dan penambahan lebih lanjut dilakukan pada abad-abad kemudian oleh para penguasa Ayyubiyah, Mamluk, Utsmaniyah, Majelis Tinggi Islam, dan Yordania. 

Pembakaran Masjid Al-Aqsa oleh musuh musuh Islam pada tanggal 21 Agustus 1969 telah mendorong berdirinya Organisasi Konferensi Islam yang saat ini beranggotakan 57 negara. Pembakaran tersebut juga menyebabkan mimbar kuno Shalahuddin Al-Ayyubi terbakar habis. Dinasti Bani Hasyim penguasa Kerajaan Yordania telah menggantinya dengan mimbar baru yang dikerjakan di Yordania, meskipun ada pula yang menyatakan bahwa mimbar buatan Jepara digunakan di masjid ini. Saat ini, Kota Lama Yerusalem berada di bawah pengawasan Israel, tetapi masjid ini tetap berada di bawah perwalian lembaga wakaf Islam pimpinan orang Palestina.

Demikianlah baik ditinjau secara Ilmiah dan ditinjau secara sejarah bahwa Isra Mikraj sesungguhnya benar benar pernah terjadi dan sekali lagi sebagai bukti Al Quran tidak mungkin hanyalah karangan Muhammad belaka. Adalah tidak mungkin seorang anak manusia bernama Muhammad yang hidup diabad ke 6 - 7 mampu menulis SUATU PERJALANAN YANG TIDAK MASUK AKAL WAKTU ITU TAPI DAPAT DITERIMA SECARA ILMIAH DIZAMAN MODERN. 

SEKALI LAGI BAHKAN SAMPAI AKHIR JAMAN SEKALIPUN KEBENARAN AL QURAN SEBAGAI HIMPUNAN WAHYU DARI ALLAH KEPADA NABI MUHAMMAD AKAN LEBIH TERUNGKAP KEBENARANNYA SECARA ILMIAH DAN SECARA TEKNOLOGI..

Lukas Santoso
Masih banyak yang kurang semata kelemahan saya, hanya Allah sajalah yang maha sempurna

Tidak ada komentar: