Cari Di Blog Ini

Sabtu, 19 Mei 2012

Menangkis Hujatan Penginjil (2): Ajaran Kasih Cap Domba, Anjing & Ular

Setelah menghantam Al-Qur'an, Penginjil Riady melanjutkan trik kristenisasinya dengan menyanjung konsep Bibel. Menurutnya, sifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim yang sebenarnya hanya dimiliki oleh Yesus Kristus. Demikian kutipannya:
“Isa Al-Masih menggambarkan Allah ar-Rahman r-Rahim. Dalam Injil Lukas 15, Isa Al-Masih menyebut orang yang tidak mengikuti petunjuk Allah sebagai ‘domba yang hilang,’ ‘dirham yang hilang,’ dan ‘anak yang hilang.’
Jelas sebutan-sebutan tersebut jauh lebih menghargai dan mencintai orang berdosa, dibanding sebutan yang diberikan Allah dalam Al-Quran. Hal ini membuktikan bahwa Isa Al-Masih bersifat ar-Rahmani r-Rahim. Isa Al-Masih menekankan bahwa Allah sangat mengasihi manusia, baik yang beriman maupun tidak.”
...Yesus dalam Bibel  menjuluki manusia dengan binatang najis,  misalnya: anjing dan ular beludak...

Menangkis Hujatan Penginjil (1): Tuhan Pembenci dan Pendendam?

Licik betul misi kristenisasi ini. Untuk memurtadkan umat Islam agar beralih menjadi Kristen, para penginjil memperalat popularitas Al-Qur'an surat Al-Fatihah sebagai alat tipu-daya.

Riady, seorang aktivis Kristen menulis hujatan terhadap Islam di forum dialog agama situs komunitas Malaysia. Dalam postingan berjudul “Islam Agama Bodoh - Kristen Agama Pintar,” ia menyelewengkan surat Al-Fatihah ayat 1 yang dikenal dan dihafal oleh semua umat Islam dengan ayat Basmalah.

Mulanya, dalam artikel tersebut Riady memuji ayat ini sebagai ayat yang indah karena menyebutkan Asmaul Husna, identitas asma Allah yang kedua dan ketiga, yaitu Ar-Rahman dan Ar-Rahim (Yang Maha Pemurah dan Penyayang). Ia juga mengakui keindahan ibadah umat Islam yang menyebut nama Ar-Rahman dan Ar-Rahim minimal 34 kali sehari semalam dalam shalat wajib.

Sejurus kemudian, Riady menggugat ayat tersebut dengan mempersoalkan nama Ar-Rahman dan Ar-Rahim yang dinisbatkan kepada Allah SWT.


Namun ada baiknya kita mempelajari dengan teliti, apakah Al-Quran sungguh menggambarkan Allah sebagai oknum yang “ar-Rahmani r-Rahim.” Menurutnya, Allah SWT tidak pantas menyandang nama Ar-Rahman dan Ar-Rahim karena memiliki sifat kebencian terhadap orang-orang kafir (non Muslim). Riady menopang tuduhannya dengan firman Allah dalam Al-Qur'an yang menyebut orang kafir sebagai makhluk dan binatang yang paling buruk (Qs Al-Bayyinah 6, Al-Anfal 55, Al-Baqarah 65, Al-Ma’idah 60).

Riady lantas menuding surat Al-Fatihah kontradiktif dengan ayat-ayat tersebut dengan komentar negatif:
“Al-Qur’an menggambarkan non-Muslim sebagai: “makhluk yang paling buruk” (Qs 98:6) dan “Binatang yang paling buruk” (Qs 8:55).... Tentu setiap manusia adalah ciptaan Allah. Mungkinkah Allah yang Rahmani dan r-Rahim akan memberikan sebutan sedemikian jeleknya bagi ciptaan-Nya? Sungguhkah ucapan seperti ini menggambarkan Allah sebagai oknum Pemurah dan Penyayang?”

Dengan tuduhan ceroboh yang tidak masuk akal itu, nampaknya sentimen antiislam yang overdosis telah mematikan logika sehat para penginjil. Nalar rusaknya terlihat ketika Riady sakit hati dan terusik dengan ayat Allah yang menyebut orang kafir sebagai makhluk yang paling buruk.

Terjemah ayat Al-Qur'an yang digugat Riady adalah sebagai berikut: