Cari Di Blog Ini

Selasa, 17 Januari 2012

“Orangtua Membebaskan Saya Memilih, dan Saya Memilih Islam”

Assalamualaikum Wr Wb,
 
Leila Ahmad adalah anak hasil dari perkawinan antar bangsa. Ibu Leila dari Australi, sedangkan ayahnya asal Pakistan. Tapi keluarga Leila bukan keluarga yang religius dan memberikan kebebasan pada Leila dalam urusan agama.

“Orangtua membiarkan saya untuk memilih. Jadi, saya punya kesempatan untuk memahami Islam dengan sebenar-benarnya untuk diri saya sendiri. Tidak ada orang yang memaksa saya dalam hal apapun,” ujar Leila yang tinggal di Cannes, di Australia.

Leila bahkan tidak tahu kalau ayahnya seorang muslim. Ia hanya melihat ayahnya pergi ke suatu tempat setiap hari Jumat. Leila baru setelah bertanya pada ibunya, kalau ayahnya pergi untuk salat Jumat.

Leila lalu bertanya soal salat Jumat pada ayahnya. Dari penjelasan sang ayah, Leila tahu apa itu salat Jumat, apa tujuannya, bahwa salat Jumat itu bagian dari salat lima waktu dan dilaksanakan pada waktu salat Zuhur.
Saat bertanya apakah Leila boleh ikut saat ayahnya pergi salat Jumat. Ia mendapatkan jawaban “ya, boleh.”

Pertama Kali ke Masjid


Leila ingin melihat sendiri bagaimana salat Jumat dilaksanakan. Akhirnya, tibalah hari itu. Leila akan ikut ayahnya yang akan salat Jumat ke masjid. Ayahnya meminta Leila mengenakan baju panjang berlengan panjang, dan mengenakan jilbab. Ia menuruti permintaan ayahnya.

Masjid yang pertama kali dikunjungi Leila, sebenarnya bukan masjid seperti pada umumnya, tapi sebuah rumah yang digunakan untuk salat berjamaah dan kegiatan keagamaan lainnya. Surat Al-Quran pertama yang didengar Leila adalah Surat Al-Fil. Imam masjid membacakannya dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris.

“Ketika saya mendengarkan surat itu, terutama yang dalam bahasa Arab, rasanya lembut dan ringan. Membuat saya merasa damai,” ungkap Leila.

Setelah itu, Leila menanyakan banyak hal lagi pada ayahnya, seperti; mengapa orang harus salat, mengapa ayahnya memilih agama Islam, mengapa perempuan muslim mengenakan jilbab, apa itu Al-Quran, apa arti seluruh Al-Quran, apa makna Islam secara umum, semuanya.

“Ayah menjelaskan semuanya, dan menunjukkan pada saya kitab suci Al-Quran,” ujar Leila

“Kata-kata dalam Al-Quran sangat mengagumkan. Begitu Indah. Indah sekali, dan tidak ada yang menandinginya,” sambung Leila setelah ia membaca isi Al-Quran.

Setelah itu, Leila mencari tahu lebih banyak tentang Islam. Ia juga sering ikut ayahnya, bukan hanya pada salat Jumat, tapi di waktu-waktu salat lainnya, bahkan salat Idul Fitri. Leila berusaha untuk mengikuti ajaran Islam, tapi ia belum memutuskan untuk masuk Islam.

Keputusan Final
Hari bersejarah itu pun datang. Leila membulatkan tekad untuk menjadi seorang muslimah. Ia dan keluarganya pergi ke masjid, dan dengan bimbingan imam masjid, Leila mengucapkan dua kalimat syahadat. Pada saat yang sama, saudara kandung lelaki Leila satu-satunya juga masuk Islam.

Butuh waktu satu tahun bagi Leila untuk bisa membaca tulisan Arab dalam Al-Quran. Setelah ia masuk Islam, keluarganya pindah ke Gold Coast agar Leila dan sudara kandungnya bisa belajar lebih banyak tentang Islam dan Leila bisa menjadi seorang muslimah yang lebih baik.

“Saudara kandung saya butuh waktu yang agak lama dalam mempelajari Islam, tapi alhamdulillah, kami berdua sekarang muslim dan kami berdua sudah bisa membaca Al-Quran,” ujar Leila.

Sewaktu masih tinggal di Cannes, Leila kehilangan banyak teman saat tahu ia menjadi seorang muslim. Di saat-saat sulit itu, Leila hanya mendapat dukungan penuh dari ibunya, saudara kandungnya, ayahnya, dan kerabat dari pihak ayahnya.

“Tanpa Islam, saya mungkin tidak akan mampu melewati semua itu. Islam menunjukkan pada saya bahwa teman sejati akan selalu bersama kita, dalam suka dan duka. Jika mereka mengerti, mereka pasti akan tetap menjadikan saya sahabat,” tutur Leila.

Saat pindah ke Gold Coast, awalnya Leila juga tidak punya banyak kenalan di sekolah meski di Gold Coast lebih banyak komunitas Muslimnya. Anak-anak di sana lebih paham tentang Islam dan menjalin persabahatn di Gold Coast lebih mudah.

“Saya punya dua sahabat yang sangat hebat. Saya berharap, Insya Allah, suatu hari mereka juga masuk Islam. Mereka sering ikut saya ke tempat salat Jumat, dan mereka bilang apa yang mereka lihat sangat indah. Alhamdulillah, saya senang mendengarnya,” ujar Leila.

Berjilbab
Leila mulai berpikir untuk mengenakan jilbab saat ia dan keluarganya pindah ke Gold Coast. Ia melihat lebih banyak orang-orang Islam di sekitarnya dan banyak non-Muslim yang memberikan penghormatan pada Muslim, sehingga memudahkan Leila untuk menjalankan ajaran Islam secara terbuka, tidak sembunyi-sembunyi. Ketika ada yang bertanya tentang agamanya, Leila bisa dengan lantang dan terus terang bahwa “saya seorang mulsim dan saya bangga menjadi seorang muslim.”

Suatu hari, Leila menyatakan keinginannya berjilbab pada ayahnya. Ia pun langsung mengenakan jilbab. Leila merasa lebih nyaman setelah berjilbab. Orang memandangnya dengan penuh hormat, meski ada juga yang memandangnya dengan sorotan mata aneh, seolah jijik melihat jilbab Leila.

“Saya merasa senang mengenakan jilbab. Saya lebih baik mati daripada harus melepaskan jilbab saya,” tukasnya.

Leila tetap merasa menjadi orang yang sama setelah menjadi seorang muslimah. Bedanya, ia sekarang harus hati-hati memilih makanan, yang terjamin kehalalannya.

Ia mengakui, Islam memberikannya banyak tawaran. “Buat saya, Islam menawarkan kedamaian, kesejahteraan, kebenaran, cinta, kebersihan dan cara hidup. Inilah yang paling mendasar, Islam adalah cara hidup,” tandas Leila. 

Sumber :
  • Disalin dari eramuslim.com, http://www.eramuslim.com/berita/dakwah-mancanegara/orangtua-membebaskan-saya-memilih-dan-saya-memilih-islam.htm,

Tidak ada komentar: