Cari Di Blog Ini

Kamis, 29 Desember 2011

Membaca Surat Al-Waqi'ah Setiap Malam Tidak Akan Miskin?

Oleh: Badrul Tamam

Assalammu'alaikum Wr. Wb.
Ustadz, ada hadits yg kurang lebih mohon maaf mengatakan  "Barang siapa membaca surat al-Waqiah malam hari, ia akan dihindarkan dari kemiskinan selamanya". Apakah hadits ini shahih? Terima kasih ustadz.
Noval Opank

 _______________________________________________
Wassalamu 'Alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.
Surat Al-Waqi'ah menjadi primadona bagi sebagian orang untuk dibaca secara rutin. Sebabnya, karena menurut beberapa hadits, ia menjanjikan kekayaan. Dan pada zaman kita yang materialistik, apa-apa yang menjanjikan materi duniawi lebih diminati daripada kebaikan ukhrawi. Bahkan lebih parah lagi, kemakmuran secara materi dijadikan sebagai tanda keshalihan.
Keutamaan surat Al-Waqi'ah seperti yang ditanyakan, redaksinya demikian:
من قرأ سورة الواقعة في كل ليلة لم تصبه فاقة أبدا
"Siapa membaca surat Al-Waqi'ah setiap malam, ia tak akan tertimpa kemiskinan selamanya."
Redaksi lainnya,
من قرأ الواقعة كل ليلة لم يفتقر
"Siapa membaca surat Al-Waqi'ah setiap malam, ia tak akan menjadi fakir/miskin." (Keduanya diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam Syu'ab al-Iman)

Syaikh Al-Albani melemahkan riwayat ini dalam Silsilah Dhaifah, no. 289. Beliau menyebutkan sumbernya, yaitu dikeluarkan al-Harits bin Abu Salamah dalam Musnadnya, Ibnu Sunni dalam Amal Yaum wa al-Lailah no. 674, Ibnu Laal dalam haditsnya (1/116), Ibnu Busyran dalam al-Amali (1/20, 38), Al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman, dan yang lainnya dari jalur Abu Syuja', dari Abu Thibah, dari Ibnu Mas'ud secara marfu'." Lalu beliau berkata, "Dan ini adalah sanad yang dhaif." 

Lemahnya hadits ini ditinjau dari beberapa segi: 
Pertama, sanadnya terputus sebagaimana yang dijelaskan al-Daaruquthni, Ibnu Abi Hatim dalam 'Ilal-nya yang dinukil dari bapaknya.
Kedua, Terjadi kemungkaran dalam matannya sebagaimana yang dijelaskan imam Ahmad.
Ketiga, para perawinya berstatus lemah sebagaimana yang disebutkan Ibnul Jauzi, 
Keempat, terjadi kekacauan dalam pembacaan nama perawi.

Beberapa ulama telah bersepakat dalam melemahkan hadits ini di antaranya: Imam Ahmad, Abu Hatim dan anaknya, al-Daaruquthni, al-Baihaqi, dan Ibnul Jauzi. Pada ringkasnya, hadits ini memiliki cacat sehingga menjadi tidak shahih.

Syaikh Ibnu Bazz pernah ditanya: "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Siapa yang membaca surat Al-Waqi'ah setiap malam maka tidak akan tertimpa kemiskinan selamanya," apa makna kalimat Faaqah? Apakah hadits ini shahih?"

Beliau menjawab:  "Hadits ini tidak kami ketahui memiliki jalur yang shahih, kami tidak mengetahui ia memiliki jalur yang shahih. Maka tidak boleh menyandarkan kepadanya. Tetapi hendaknya ia membaca Al-Qur'an untuk mendalami dien dan memperoleh kebaikan. Karena Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
"Bacalah al-Qur'an, karena ia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafaat kepada para ahlinya." (HR. Muslim)

Dan beliau bersabda lagi, "Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur'an maka ia mendapatkan satu kebaikan, dan satu kebaikan tersebut dilipatgandakan sepuluh." Maka bagi seseorang untuk membaca Al-Qur'an karena keutamaan membaca dan mendapat kebaikan (pahala), bukan untuk mendapatkan dunia," selesai. Wallahu A'lam. [voa-islam.com]

Tidak ada komentar: