Cari Di Blog Ini

Selasa, 07 Februari 2012

Menurut Alkitab Allah itu Roh atau ZAT ?


Kristiani selalu berasumsi bahwa wujud Allah adalah roh dengan berlandaskan ayat ini:

Yohanes 4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

Dalam ayat lain tertulis:
Yesaya 26:4 Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal.

 
Ibrani 12:29 Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan.

Jika dihadapkan pada ayat Yesaya 26:4 dan Ibrani 12:29 diatas, Kristiani pasti akan satu suara berkata bahwa ayat tersebut merupakan kiasan. Sedang lain halnya jika dihadapkan pada ayat Yohanes 4:24, padahal dicermati penggunaan bahasa yang digunakan dalam tiga ayat diatas sama persis, dalam ayat Yohanes sendiri Yesus sama sekali tidak berkata bahwa wujud Allah adalah roh, tapi sama seperti bahasa yang digunakan pada ayat lainnya, yaitu "Allah itu roh" dalam ayat lain "Allah adalah gunung batu" dan "Allah adalah api". Perhatikan juga kalimat yang dilekatkan Yesus dibelakang perkataanya "menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.", kalimat ini jelas merupakan kiasan.

Pertanyaan:
1. Apakah yang tertulis dalam ayat Yohanes yang dinisbahkan sebagai ucapan Yesus tersebut yang berkata "Allah adalah roh" merupakan wujud Allah yang sebenarnya atau hanya kiasan sama seperti ayat lainnya?
2. Jika kristiani bersih keras bahwa Allah berwujud roh dengan berdasarkan Yohanes 4:24, mengapa Kristiani mengabaikan ayat lainnya padahal jelas penggunaan bahasanya sama, simplenya ketiga ayat tersebut dalam arti sebenarnya atau dalam arti kiasan?
3. Jika dalam Bible Allah berwujud roh, akan ada kejanggalan dalam ayat lain:
*** Wahyu 5:6 Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi. ***
Perhatikan "ketujuh Roh Allah", apakah itu berarti Allah terbagi atau membagi-bagi diri-Nya?

Dalam Islam dan Al-Qur'an Allah tidak berwujud roh, Dzat Allah tidak serupa dengan apapun makhluk-Nya termasuk roh karena roh merupakan ciptaan. Setiap makhluk mempunyai roh Allah dalam arti roh ciptaan Allah, jadi saat Allah berfirman bahwa Dia mengutus roh-Nya, berarti Dia mengutus utusan-Nya contohnya malaikat Jibril a.s:

فَاتَّخَذَتْ مِنْ دُونِهِمْ حِجَابًا فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا
"maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami (Jibril a.s) kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna." (QS. Maryam {19}:17)


dalam alkitab Terjemah LAMA

JAWABAN ATAS HADITS HADITS PALSU ALA FFI

Hadis Sahih Bukhari Volume 5, Book 59, Number 713:
Dikisahkan oleh Aisha:
Pada waktu sakitnya sebelum dia mati, sang Nabi sering mengatakan, “Wahai Aisha! Aku masih merasa kesakitan karena daging yang kumakan di Khaybar, dan sekarang aku merasa urat nadiku dipotong oleh racun itu.”
yang diatas itu Hadits Palsu. Ini Hadits yang benar :
44.427/4081. Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Basyar Telah menceritakan kepada kami Gundar Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Sa’ad dari Urwah dari Aisyah dia berkata; Aku pernah mendengar bahwa seorang nabi tidak akan meninggal hingga dia di suruh memilih antara dunia dan akhirat. Aisyah berkata; Kemudian ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sakit yang menyebabkan kematiannya, aku mendengar beliau menuturkan dengan terputus-putus, beliau bersabda: Bersama orang-orang yang telah Allah beri nikmat kepada mereka, baik dari para nabi, orang-orang yang jujur, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang yang shalih dan mereka itulah sebaik-baik teman. Aisyah berkata; Aku mengira pada waktu itulah beliau diberi pilihan.

45.107/4220. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Abdullah bin Hausyab Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa’ad dari Bapaknya dari ‘Urwah dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha ia berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Tidaklah seorang nabi sakit kecuali akan diberi pilihan antara dunia dan akhirat. Aisyah berkata; Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika sakit yang menyebabkan kematiannya, aku mendengar beliau menuturkan dengan terputus-putus, beliau bersabda: Bersama orang-orang yang telah Allah beri nikmat kepada mereka, baik dari para nabi, orang-orang yang jujur, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang yang shalih dan mereka itulah sebaik-baik teman. Maka aku tahu bahwa waktu itu beliau sedang diberi pilihan.
=======================================================================================
Sahih Bukhari Volume 8, Buku 73, Nomer 151
Dinyatakan ‘Aisha:
Aku biasa bermain dengan boneka2 di depan sang Nabi, dan kawan2 perempuanku juga biasa bermain bersamaku. Kalau Rasul Allah biasanya masuk ke dalam (tempat tinggalku) mereka lalu bersembunyi, tapi sang Nabi lalu memanggil mereka untuk bergabung dan bermain bersamaku. (Bermain dengan boneka2 atau bentuk2 yang serupa itu dilarang, tapi dalam kasus ini diizinkan sebab Aisha saat itu masih anak kecil, belum mencapai usia pubertas) (Fateh-al-Bari halaman 143, Vol.13)
Hadits Palsu yang diatas. Yang Shahih adalah Hadits yang dibawah ini :

MENJAWAB FITNAH : BENARKAH NABI MUHAMMAD MENINGGAL KARENA DIRACUN ?



Tuduhan meninggalnya Rasulullah SAW karena diracun sering dilakukan berdasarkan hadist ini :

Volume 5, Book 59, Number 713:
Narrated Ibn Abbas:
‘Umar bin Al-Khattab used to let Ibn Abbas sit beside him, so
‘AbdurRahman bin ‘Auf said to ‘Umar, “We have sons similar to him.”
‘Umar replied, “(I respect him) because of his status that you know.”
‘Umar then asked Ibn ‘Abbas about the meaning of this Holy Verse:–
“When comes the help of Allah and the conquest of Mecca . . .” (110.1)
Ibn ‘Abbas replied, “That indicated the death of Allah’s Apostle which
Allah informed him of.” ‘Umar said, “I do not understand of it except
what you understand.”
Narrated ‘Aisha: The Prophet in his ailment in which he died, used to
say, “O ‘Aisha! I still feel the pain caused by the food I ate at
Khaibar, and at this time, I feel as if my aorta is being cut from that
poison.”
Terjemahan
Dikisahkan oleh Aisha : Rasulullah dalam keadaan sakit yang menyebabkan
kematiannya, biasa berkata, “O, Aisha. Aku masih merasakan sakit akibat
makanan yang aku makan di Khaibar dan saat ini, aku merasa seolah-olah
urat nadiku terputus akibat racun itu
Benarkah Rasulullah SAW meninggal akibat diracun oleh wanita Yahudi
seperti hadist diatas??? marilah kita bahas bersama-sama mengenai
riwayat perang khaibar dan wanita yahudi yang mencoba meracun
Rasullullah SAW tersebut

1. Mengenai Perang Khaibar

Sabtu, 04 Februari 2012

Analisis Silsilah Yesus

Misionaris Kristen terkenal paling jago berkata bohong dan memutarbalikkan perkataan. Di bawah ini adalah beberapa klaim bohong Kristen mengenai silsilah Yesus:
 
1. Tidak ada kontradiksi antara Injil Matius dan Injil Lukas dalam menceritakan silsilah Yesus.
 
2. Silsilah versi Injil Matius adalah milik Yusuf, sedangkan silsilah versi Injil Lukas adalah milik Maria.
 
3. Talmud kitab Hagigah 2:4 dan Hagigah 77:4 mencatat bahwa Maria anak perempuan Eli.

Melalui artikel inilah saya akan membantah klaim bohong Kristen tsb berdasarkan bukti dan fakta tak terbantahkan. Anda adalah penilai atau hakim dalam artikel ini. Siapa yang berbohong dan siapa yang benar!
 
Penipuan Kristen: Maria adalah Anak Eli berdasarkan Kitab Hagigah 2:4
Untuk memperkuat bukti bahwa Maria anak perempuan Eli, misionaris Kristen menyampaikan bukti “kuat” dibawah ini:

Sabtu, 28 Januari 2012

Ebook Muslim Indonesia CHM

Bismillahiromhannirrohim
saya berterimasih http://islam-download.net atas Download Gratis Ebook Islami Indonesia. Semoga link download Ebook Islami Indonesia file.chm yang saya buat ini bisa bermanfaat bagi kita semua, file yang diunggah melalui http://www.ziddu.com

Alhamdulillah akhirnya jadi juga :)

chm 23 Kiat Hidup Bahagia.chm   56.46 KB 20-Jan-12
chm Akidah Setiap Muslim.chm  56.94 KB 20-Dec-12
chm Al-Firqatun Najiyah.chm   194.72 KB 20-Dec-11
chm al_quran_digital 2.1.chm  9.39 MB 20-Dec-11
chm Arba_in An-Nawawi 1.chm   110.35 KB 20-Dec-11
chm Arba_in An-Nawawi 2.chm   181.36 KB 20-Dec-11
chm Bimbingan Islam Untuk Pribadi & Masyarakat.chm   168.87 KB 20-Dec-11
chm Biografi Ahlul Hadits.chm   800.9 KB 20-Dec-11
chm Buku Hartono Ahmad Jaiz.chm  870.7 KB 20-Dec-11
chm Bulughul Maram - Ibnu Hajar Al-Asqalany.chm   1.05 MB 20-Dec-11
chm Bulughul Maram.chm   1.05 MB 20-Dec-11
chm Dha_if Riyadhush Shalihin.chm  68.26 KB 20-Dec-11
chm Dosa-dosa Yang Dianggap Biasa.chm   173.76 KB 20-Dec-11
chm Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari.chm  52.44 KB 20-Dec-11
chm Fatawa Zakat.chm  43.47 KB 20-Dec-11
chm Fatwa Syakh Muqbil - Ramadhan.chm   51.16 KB 20-Dec-11
chm Hadits Arbain An-Nawawi.chm   181.36 KB 20-Dec-11
chm Hari Raya.chm   67.04 KB 20-Dec-11
chm Hishnul Muslim.chm   193.62 KB 20-Dec-11
chm Ibadah - Edisi Lengkap Puasa.chm   436.93 KB 20-Dec-11
chm Ibadah - Sifat Sholat Nabi.chm   483.37 KB 20-Dec-11
chm Kiat Berpegang Teguh Dengan Agama Allah.chm   50.21 KB 20-Dec-11
chm Kisah Mu_allaf.chm   125.97 KB 20-Dec-11
chm Kitab At-Tauhiid.chm   182.21 KB 20-Dec-11
chm Kitab Tauhid - Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi.chm   182.21 KB 20-Dec-11
chm kumpulan hadist_110507.chm   1.6 MB 20-Dec-11
chm Maktabah Abu Salma 1.chm   1.07 MB 20-Dec-11
chm Pembelaan Terhadap Sunnah.chm   129.51 KB 20-Dec-11
chm Puasa Sabtu.chm   95.71 KB 20-Dec-11
chm Sehari Di Kediaman Rasulullah.chm   129.15 KB 20-Dec-11
chm Sepercik Cahaya Keindahan Islam .chm   89.24 KB 20-Dec-11
chm Shahih Adabul Mufrad - Imam Bukhari.chm   1.6 MB 20-Dec-11
chm Shahih Adabul Mufrad.chm   1.6 MB 20-Dec-11
chm Syarah Kitab Aqidah Al-Wasithiyah - Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.chm   73.26 KB 20-Dec-11
chm Syarahul Arba'iina Hadiitsan An-Nawawiyah.chm   Unknown 20-Dec-11
pdf Tahlilan Berasal Dari Hindu.pdf   803.19 KB 20-Dec-11
chm Tiga Landasan Utama - Syaikh Muhammad At-Tamimi.chm   34.18 KB 20-Dec-11
chm Tuntunan Ramadhan.chm  86.65 KB 20-Dec-11
chm Zawji_Istriku_Suamiku.chm   445.85 KB 20-Dec-11

Jumat, 27 Januari 2012

Profesor Frankel: 20 Tahun Menuju Islam



James D. Frankel adalah seorang profesor bidang perbandingan agama dan sekarang mengajar di Universitas Hawai. Di universitas itu, Frankel juga mengajar mata kuliah tentang Islam dan ia sendiri adalah seorang mualaf.

Dari kediamannya di Honolulu, Hawai, Profesor Frankel berbagi cerita tentang perjalanannya menjadi seorang muslim.

Sebelum pindah ke Hawai dua tahun yang lalu, Frankel menetap di New York, kota tempat ia dilahirkan dan dibesarkan. Frankel tumbuh dalam lingkungan keluarga bahagia. Orang tuanya tidak menerapkan ajaran agama tertentu dan hanya menanamkan nilai-nilai moral, meski sebenarnya keluarga Frankel memiliki latar belakang Yahudi.

Satu-satunya koneksi yang pernah menghubungkannya dengan soal agama adalah nenek dari pihak ayahnya, yang masih menjalankan ajaran-ajaran agama Yahudi. Dari neneknya itulah, Frankel belajar sedikit tentang kisah-kisah dalam alkitab dan kisah-kisah nabi.

Orang tua Frankel pernah mengirimnya ke sekolah Yahudi agar Frankel bisa belajar banyak tentang agama Yahudi. Tapi itu tidak berlangsung lama karena Frankel merasa tidak nyaman di sekolah itu, dan sebenarnya ia dikeluarkan dari sekolah karena terlalu banyak bertanya.

"Mungkin itu sudah karakter saya. Sampai sekarang, sebagai seorang muslim dan seorang prfesor, saya tetap jadi orang yang banyak tanya," ujar Frankel.

Jadilah ia tumbuh remaja tanpa basis ajaran agaman apapun. Di usia remaja, Frankel punya dua pengalaman yang menurutnya menjadi pengalaman hidup yang penting. Pada usia 13 tahun, Frankel membaca manifesto Karl Marx dan ketika itu ia memutuskan untuk menjadi seorang komunis. Ia terkesan dengan filosofi komunis yang menurutnya bisa menyejahterakan semua orang.

Pada usia itu juga, Frankel merasa untuk pertama kalinya mulai mendengar tentang agama Islam. Karena sekolah di sekolah internasional, Frankel punya teman dari berbagai negara. Salah satu teman baik Frankel saat itu seorang siswa muslim asal Pakistan. Temannya itu memberikan Al-Quran dan ingin Frankel membacanya.
"Saya tidak mau kamu masuk neraka," ujar Frankel menirukan ucapan temannya saat memberikan Al-Quran.

Frankel mengatakan, selama hidupnya ia tidak pernah memikirkan soal neraka. Ia hanya menerima Al-Quran itu dan menyimpannya di rak buku selama bertahun-tahun. Frankel tidak pernah membuka-bukanya.

Beberapa tahun kemudian, Frankel menjadi ragu dengan komunisme yang dianutnya setelah melihat bagaimana prinsip komunisme di praktekkan di banyak negara. Ia lalu memutuskan untuk tidak lagi menjadi seorang komunis.

Frankel mengungkapkan, sejak kecil sebenarnya ia sudah memikirkan tentang apa makna hidup ini sesungguhnya; mengapa ia ada di dunia ini, kemana ia akan menuju dan mengapa ada orang yang menderita. Tapi pikiran-pikiran hanya mengendap di kepalanya, hingga beranjak dewasa dan kuliah, Frankel hanya memfokuskan aktivitasnya pada belajar. Hingga ia mengalami hal yang akan membawa perubahan padanya, kematian nenek dimana Frankel pernah belajar tentang Alkitab dan kisah nabi-nabi.

Kematian Nenek yang Mendadak

Permisalan Wanita yang Baik Bagi Insan Beriman

Al-Qur`an telah bertutur tentang dua wanita shalihah yang keimanannya telah menancap kokoh di relung kalbunya. Dialah Asiyah bintu Muzahim, istri Fir’aun, dan Maryam bintu ‘Imran. Dua wanita yang kisahnya terukir indah di dalam Al-Qur`an itu merupakan sosok yang perlu diteladani wanita muslimah saat ini.
 
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Kitab-Nya yang mulia:
وَضَرَبَ اللهُ مَثَلاً لِلَّذِيْنَ آمَنُوا اِمْرَأَةَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ. وَمَرْيَمَ ابْنَتَ عِمْرَانَ الَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيْهِ مِنْ رُوْحِنَا وَصَدَّقَتْ بِكَلِمَاتِ رَبِّهَا وَكُتُبِهِ وَكَانَتْ مِنَ الْقَانِتِيْنَ
Dan Allah membuat istri Fir’aun sebagai perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika istri Fir’aun berkata: “Wahai Rabbku, bangunkanlah untukku di sisi-Mu sebuah rumah dalam surga. Dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzalim.” (Perumpamaan yang lain bagi orang-orang beriman adalah) Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat-kalimat Rabbnya dan kitab-kitab-Nya, dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat. (At-Tahrim: 11-12)
 
Asiyah bintu Muzahim, istri Fir’aun, dan Maryam bintu ‘Imran adalah dua wanita kisahnya terukir indah dalam Al-Qur`an. Ayat-ayat Rabb Yang Maha Tinggi menuturkan keshalihan keduanya dan mempersaksikan keimanan yang berakar kokoh dalam relung kalbu keduanya. Sehingga pantas sekali kita katakan bahwa keduanya adalah wanita yang manis dalam sebutan dan indah dalam ingatan. Asiyah dan Maryam adalah dua dari sekian qudwah (teladan) bagi wanita-wanita yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan uswah hasanah bagi para istri kaum mukminin.
 
Al-Imam Ath-Thabari rahimahullahu berkata dalam kitab tafsirnya: “Allah yang Maha Tinggi berfirman bahwasanya Dia membuat permisalan bagi orang-orang yang membenarkan Allah dan mentauhidkan-Nya, dengan istri Fir’aun yang beriman kepada Allah, mentauhidkan-Nya, dan membenarkan Rasulullah Musa ‘alaihissalam. Sementara wanita ini di bawah penguasaan suami yang kafir, satu dari sekian musuh Allah. Namun kekafiran suaminya itu tidak memudharatkannya, karena ia tetap beriman kepada Allah. Sementara, termasuk ketetapan Allah kepada makhluk-Nya adalah seseorang tidaklah dibebani dosa orang lain (tapi masing-masing membawa dosanya sendiri, -pent.1), dan setiap jiwa mendapatkan apa yang ia usahakan.” (Jami’ul Bayan fi Ta`wilil Qur`an/ Tafsir Ath-Thabari, 12/162)
 
Pada diri Asiyah dan Maryam, ada permisalan yang indah bagi para istri yang mengharapkan perjumpaan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hari akhir. Keduanya dijadikan contoh untuk mendorong kaum mukminin dan mukminat agar berpegang teguh dengan ketaatan dan kokoh di atas agama. (Al-Jami’ li Ahkamil Qur`an/ Tafsir Al-Qurthubi, 9/132)

Pembagian Tauhid dan Syirik


Tauhid Al Ma’rifat wal Itsbat (Pengenalan dan Penetapan) yang mengandung 2 tauhid yaitu
  • Tauhid Rububiyah yaitu mengenal Allah melalui perbuatan-Nya.
  • Tauhid Asma wa Sifat yaitu mengenal Allah melalui nama dan sifat-Nya.
Tauhid Al Irodi Ath Tholabi yaitu tauhid yang diinginkan dan dituntut, disebut juga tauhid uluhiyah.
Akan tetapi seiring semakin jauhnya umat Islam dari ajaran agama, sehingga banyak terjadi penyimpangan keyakinan di dalam nama dan sifat Allah, maka Tauhid Asma wa Sifat disebutkan secara khusus. 
 
Sehingga Tauhid dibagi menjadi 3 :

Hal-hal yang Merusak Aqidah


Nama eBook: Hal-hal yang Merusak Aqidah
Penulis: Imam Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz رحمه الله
 
Pengantar:
Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad صلي الله عليه وسلم, kepada keluarganya, sahabatnya dan yang mengikuti mereka hingga akhir zaman. Amma ba’du.
 
Sesungguhnya, mengenal aqidah yang benar adalah kewajiban utama bagi setiap muslim yang mukallaf (orang yang sudah berkewajiban menjalankan perintah syara’). Aqidah lebih penting dari segala sesuatu, seseorang yang kehilangan aqidah yang benar, akan berakibat bukan semata pada kehancuran hidup di dunianya, tapi juga akhiratnya; dan inilah yang lebih utama. Akhirnya, orang tersebut tidak akan mendapatkan kebaikan apapun.
 
Jika demikian, seyogyanya bagi siapapun yang menginginkan kebahagiaan dan keselamatan bagi dirinya di dunia dan akhirat, untuk bersungguh-sungguh demi mendapatkan dan mewujudkan aqidah yang benar. seseorang harus mengetahui dan waspada terhadap segala hal yang merusak akidah; baik yang membatalkannya atau mengurangi kesempurnaannya, seperti perbuatan syirik, bid’ah dan penghancur lainnya. Camkanlah dengan pikiran yang matang dan hati yang terang…
 
Download:
eBook ini tersedia dalam 2 format djvu dan pdf
1. Format DjVU
a. Kekurangan: format tidak populer
b. Kelebihan: Teks latin dapat di copy paste
c. Ukuran file lebih kecil: 777 KB
d. Pembaca file DjVU.exe dapat di download disini  (harus diinstal dahulu ukuran 508Kb)
e. Download eBooknya disini
1. Format PDF
a. Kekurangan: Teks tidak dapat di copy paste
b. Kelebihan: format populer
c. Ukuran file lebih besar: 1,48 MB
d. Download eBooknya disini

Makna Syahadatain


Makna La ilaha illallah
Rujukan : Kitab Tauhid li Shafil Awwal hal. 45
Makna syahadat la ilaha illallah adalah meyakini bahwa tidak ada yang berhak mendapatkan ibadah kecuali Allah, konsisten dengan pengakuan itu dan mengamalkannya. La ilaha menolak keberhakan untuk diibadahi pada diri selain Allah, siapapun orangnya. Sedangkan illallah merupakan penetapan bahwa yang berhak diibadahi hanyalah Allah. Sehingga makna kalimat ini adalah la ma’buda haqqun illallah atau tidak ada sesembahan yang benar selain Allah. Sehingga keliru apabila la ilaha illallah diartikan tidak ada sesembahan/tuhan selain Allah, karena ada yang kurang. Harus disertakan kata ‘yang benar’ Karena pada kenyataannya sesembahan selain Allah itu banyak. Dan kalau pemaknaan ‘tidak ada sesembahan selain Allah’ itu dibenarkan maka itu artinya semua peribadahan orang kepada apapun disebut beribadah kepada Allah, dan tentu saja ini adalah kebatilan yang sangat jelas.

Kalimat syahadat ini telah mengalami penyimpangan penafsiran di antaranya adalah :
  • Pemaknaan la ilaha illalah dengan ‘la ma’buda illallah’ tidak ada sesembahan selain Allah, hal ini jelas salahnya karena yang disembah oleh orang tidak hanya Allah namun beraneka ragam
  • Pemaknaan la ilaha illallah dengan ‘la khaliqa illallah’ tidak ada pencipta selain Allah. Makna ini hanya bagian kecil dari kandungan la ilaha illallah dan bukan maksud utamanya. Sebab makna ini hanya menetapkan tauhid rububiyah dan itu belumlah cukup.
  • Pemaknaan la ilaha illallah dengan ‘la hakimiyata illallah’ tidak ada hukum kecuali hukum Allah, maka inipun hanya sebagian kecil maknanya bukan tujuan utama dan tidak mencukupi.
Sehingga penafsiran-penafsiran di atas adalah keliru. Hal ini perlu diingatkan karena kekeliruan semacam ini telah tersebar melalui sebagian buku yang beredar di antara kaum muslimin. Sehingga penafsiran yang benar adalah sebagaimana yang sudah dijelaskan yaitu : ‘la ma’buda haqqun illallah’ tidak ada sesembahan yang benar selain Allah

Makna Muhammad Rasulullah