Cari Di Blog Ini

Jumat, 16 Maret 2012

Menjawab Tuduhan Alqur’an Ada 7 Versi

 
Para debater Kristen kegirangan dengan adanya postingan FFI yg bilang Al-Qur’an ada 7 versi:



oleh Menjawab Berbagai Fitnah FaithFreedom
Bismillahirrohmanirrohim….

http://indonesia.faithfreedom.org/forum/ternyata-versi-al-qur-an-ada-yang-berbeda-beda-t499/#p3273

Jawaban:
Pertama-tama biar ga roaming kita bahas dulu apa itu Qira’at.
PENGERTIAN QIRA’AT
Dalam pandangan ulama, Qirâ’at (قراءات) secara etimologis merupakan bentuk jama’ dari qirâ’ah (قراءة) yang merupakan bentuk masdar dari qara’a (قرأ) yang berarti membaca.
Adapun secara terminologi, qirâ’at dalam pandangan ulama memiliki beberapa pengertian.
  1. Qirâ’at berarti salah satu  madzhab (aliran) pengucapan  Qur’an  yang dipilih  oleh salah satu imam qurra’ sebagai suatu madzhab yang berbeda dengan madzhab lainnya berdasarkan sanad-sanadnya yang sampai kepada Rasulullah Saw.
  2. Menurut Imam Zarkasyi (W 794 H) qirâ’at ialah “Perbedaan lafadz-lafadz yang tersirat dalam Al-Qur’an, baik mengenai huruf-hurufnya maupun tentang Kaifiyyah nya dalam hal takhfîf, tatsqîl maupun antara keduanya
  3. Qirâ’at menurut Az-Zarqôni (W 1367 H) ialah, ” madzhab (aliran) pengucapan al-Qur’an  yang dipilih  oleh salah satu imam qurra’  sebagai suatu madzhab yang berbeda dengan madzhab lainnya, yang sesuai dengan riwayat dan sanadnya, baik perbedaan yang berkenaan dengan pengucapan dalam huruf ataupun dalam kaifiyahnya.
  4. Menurut Al-Bannâ ad-Dimyâtî, qirâ’at ialah “ilmu untuk mengetahui kesepakatan pembaca atau pembawa al-Qur’an dan perbedaan mereka dalam hal hadzaf, itsbât, tahrîk, taskîn, fasal, wasal dan lain-lain yang berkenaan dengan pengucapan, penggantian dan lainnya dari aspek pendengaran.
Dari pengertian qirâ’at diatas dapat kita simpulkan bahwa text Al-Qur’an telah diturunkan dalam bentuk ucapan lisan, dan dengan mengumumkannya secara lisan pula berarti Nabi Muhammad Saw, Secara otomatis menyediakan teks dan cara pengucapannya pada umatnya, kedua-duanya haram untuk bercerai.

Sejak zaman Rasulullah telah dikenal variasi bacaan Al-Qur’an, yang Nabi sendiri menyatakan hal itu. Namun bukan berarti umat muslim boleh membaca sesuai DIALEK mereka. Variasi bacaan tersebut telah ditetapkan sejak masa Rasulullah yang sudah diakui kebenarannya oleh Rasulullah sendiri.

“… dari Ubay bin Ka’ab mengatakan : Rasulullah bertemu dengan Jibril, maka beliau berkata :

Menjawab Pertanyaan Atheis Tentang Tuhan

Assalamualaikum..
Pak ustadz yang saya hormati, saya mempunyai pikiran yang mengganjal dalam benak saya. pemikiran ini berawal dari sebuah forum dimana salah satu anggotanya berkomentar “benarkah alam semesta diciptakan oleh tuhan? lalu siapa pencipta Tuhan sehingga Tuhan itu ada?”
Menurut PakUstadz bagaimana saya menjawab pertanyaan seperti diatas apabila ada seseorang yang bertanya seperti kalimat diatas kepada saya.
sekian pertanyaan dari saya. mohon maaf bila ada kata yang kurang berkenan
wassalamualaikum
Hamba Allah

Jawaban

Islam dihujat : Kodifikasi AI-Qur’an

V. KITAB SUCIKenapa kalian mengingkari
ayat-ayat Allah…?
SEJARAH DAN KEASLIAN AL-QUR’AN
Kodifikasi AI-Qur’an I
Oleh : Irene handono

Setelah Rasulullah wafat tampillah Abu Bakar sebagai khalifah (pengganti) untuk memimpin umat. Pelayanan umat Muslim terhadap al-Qur’an pada masa kepemimpinan khalifah Abu Bakar mengalami suatu kemajuan yang sangat signifikan. Hal ini tidak lepas dari kondisi umat pada masa itu. Riwayat dari Imam Bukhari menerangkan seperti berikut ini :
Berkata kepada kami Musa bin Isma’il dari Ibrahirn bin Sa ‘ad, berkata kepada karni Ibnu Syihab dari ‘Ubaid bin as-Sibaq bahwa Zaid bin Tsabit Ra rnengatakan : Telah datang kepadaku Abu Bakar as-Siddiq setelah peperangan di Yamamah, kebetulan umar bin Khattab bersamanya, Abu Bakar mengatakan : Sungguh Umar telah datang kepadaku dan berkata: “Peperangan telah menyebabkan kematian beberapa pembaca al-Qur’an, dan saya sungguh khawatir jika kematian meluas kebeberapa Qurra’ di daerah-daerah hingga menyebabkan hilangnya kebanyakan al-Qur’an, dan saya berpendapat agar engkau seyera memererintahkan kodifikasi atas al-Qur’an”. Saya mengatakan kepada Umar : “Bagaimana mungkin kita melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh Rasulullah Saw. ?, Urnar berkata : “Demi Allah hal ini adalah sangat baik”, maka Urnar tetap memintaku hingga Allah melapangkan dadaku atas hal itu dan aku melihat masalah itu sehagai mana penglihatan Urnar”. Zaid berkata: bahwa Abu Bakar rnengatakan : “Sesungguhnya engkau seorang yang masih muda lagi cerdas, bukannya kami menuduhmu, dan engkau telah menulis wahyu untuk Rasulullah Saw. maka cermatilah al-Qur’an dan lakukan kodifikasi”. Maka demi Allah seandainya saja mereka memerintahkanku memindahkan salah satu gunung dari beberapa gunung tidaklah lebih berat dari perintah kondifikasi atas Qur’an. Saya berkata: “Bagaimana mungkin kalian melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah Saw. ?. Berkata Abu Bakar : “Demi Allah inilah yang terbaik”. Abu Bakar tetap memintaku hingga Allah melapangkan dadaku untuk dapat memahami pendapat Abu Bakar dan Umar, maka segera saya lakukan penelusuran dan pengurnpulan al-Qur’an dari rumput dan pelepah pohon serta
hafalan para Qurra’, sampai saya temukan akhirdari Surat at-Taubah pada Abu Khuzaimah al-Anshari yang tidak terdapat pada yang lainnya {Telah datang kepadamu.. .. } hingga akhir surat al-Baro’ah (at-Taubah), lembaran­lembaran tersebut berada ditangan Abu Bakar hingga beliau wafat, kemudian Umar dan kemudian di tangan Hafshah binti Umar bin Khattab. 36
Upaya penyalinan oleh para penulis wahyu dengan dibantu para Qurra’(penghafal Qur’an) telah menghasilkan tulisan al­-Qur’an dalam bentuk lembaran-lembaran yang dapat meminimalisir perbedaan pendapat dalam hal tulisan dan bacaan al-Qur’an bagi umat Muslim.
Dengan adanya upaya kodifikasi tersebut di atas tugas para penghafal al-Qur’an bukannya selesai, sebab tugas tersebut tidak semata-mata untuk penjagaan al-Qur’an saja namun lebih dari itu merupakan suatu ibadah yang membuat para pelakunya memiliki keutamaan dimata Allah.
Kodifikasi II (Upaya pewujudan mushaf Induk)

Islam dihujat : dewa bulan

III. ALLAHJangan berkata tentang Allah
Kecuali yang Haq…
DEWA BULAN
oleh :Irene handono
menjawab buku the islamic invasion (robert morey)
Tradisi Kristen yang telah kita bahas diatas rupanya ingin diimbaskan kepada ajaran Islam dengan mengembalikan ajaran Islam pada paganisme Arab dan menghilangkan fakta sejarah bahwa paganisme Arab tersebut adalah paham yang diperangi habis-habisan oleh Rasulullah dan umatnya. Oleh sebab itu maka Dr. Morey menyudutkan Islam dengan mengemukakan poin-poin hujatan berikut :
1. Bahwa Umat Islam menyembah dewa bulan.
2. Tentang Allah dalam Islam dan Tuhan dalam Bibel.
Pada hujatan pertama, Dr. Robert Morey ingin mengelabuhi masyarakat bahwa umat muslim adalah masyarakat pagan, sehingga negaranya mendapatkan pembenaran atas segala apa yang mereka perbuat terhadap negara-negara Islam yang ia nyatakan pagan. Sedang dalam poin kedua ia ingin memisahkan antara kepercayaan Kristen dengan Islam. Jika yang dimaksud adalah Kristen Trinitas maka adalah benar tidak sama, karena umat Islam menESAkan Tuhan sementara Kristen Trinitas “menyekutukan” Tuhan. Tapi kalau yang dimaksud adalah Kristen Unitarian (Nazaren/Nashoro) tentu saja masalahnya lain, karena mereka berpaham monoteisme. Suatu upaya pembuktian Class of Civilization yang ujung-ujungnya adalah kekuasaan dan Ekonomi (Minyak).
Dr. Robert Morey menyatakan bahwa Allah adalah nama dari Dewa Bulan yang disembah di Arab sebelum Islam. Hal ini ia kuatkan dengan pernyataan bahwa :
  • Nama Allah sudah dikenal masyarakat Arab sebelum kenabian Muhammad.
  • Adanya nama-nama seperti Qomaruddin, Syamsuddin.
  • Kepercayaan Jahiliyah (PraIslam), agama Astral.
  • Berhala yang ada di Ka’bah.
  • Simbol bulan sabit.
Yang agak memalukan bahwa dalam membuktikan tuduhan-tuduhannya tersebut Pak Doktor ini banyak memanipulasi pernyataan dari penulis-penulis yang menjadi rujukannya. Sebagai Contoh :

Islam dihujat : MILLATU IBRAHIM DI TANAH ARAB

II. ARABIA PRA ISLAMAjaran Ibrahim Adalah Agama yang Lurus dan Kepasrahan…
MILLATU IBRAHIM DITANAH ARAB
Oleh : Irene handono
menjawab buku Islamic Invation (robert morey)

Kehidupan Kesukuan
Kebanyakan penduduk Arab pada saat itu merupakan angota suku yang hidupnya mengembara, meskipun ada juga suku-suku yang hidupnya menetap di satu tempat atau kota kecil, seperti Makkah. Mereka menjalani kehidupan dengan mengandalkan unta dan ternak yang lainnya. Karena itu, kehidupan suku-suku ini ditentukan oleh kondisi geografis. Di banyak daerah hujan sangat jarang terjadi. Setelah musim penghujan di beberapa daerah akan muncul tumbuhan selama beberapa minggu dan ke daerah itulah suku-suku pengembara bergerak, tetapi ketika tumbuhan sudah kering mereka harus ke areal di mana terdapat sumur dan tampungan air. Setiap suku membutuhkan daerah yang lebih luas daripada yang bisa mereka pergunakan dalam satu waktu. Oleh karenanya, terdapat suatu pemahaman tentang adanya hak sebuah suku terhadap satu padang rumput, dan sebuah suku yang kuat akan tetap mempertahankan haknya dengan kekuasaan. Ketika sebuah suku sudah terlalu lemah untuk mempertahankan haknya, suku tersebut dapat menarik suku lain yang kuat untuk mendukung dan melindungi, hubungan ini merupakan sesuatu yang lazim.
Selama berabad-abad, suku Badui di kawasan Hijaz dan Nejed telah hidup dalam persaingan tajam satu sama lain demi memperebutkan kebutuhan-kebutuhan pokok. Untuk membantu masyarakat menanamkan semangat komunal yang esensial bagi pertahanan hidup, orang Arab telah mengembangkan sebuah ideologi yang disebut Muru’ah, suatu konsep etik yang banyak mengandung fungsi agama. Dalam pengertian konvensional, orang Arab hanya memiliki sedikit waktu bagi agama. Mereka mempunyai sekumpulan dewa-dewa pagan dan beribadat di tempat-tempat suci ini bagi kehidupan ruhani. Mereka tak memiliki pandangan tentang kehidupan sesudah mati, tetapi percaya bahwa dahr, yang dapat diterjemahkan sebagai “waktu” dan “nasib”, sangatlah penting -sebuah sikap yang barangkali esensial dalam masyarakat yang angka kematiannya begitu tinggi.

MENJAWAB TUDUHAN ISLAM HANYA UNTUK BANGSA ARAB BERDASARKAN QS. 27:91 DAN QS. 43:3


ISLAM HANYA UNTUK ORANG ARAB SAJA BUKAN UNTUK SELURUH DUNIA  BERDASARKAN AYAT-AYAT INI:
QS. 27:91
‘Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.’

QS. 43:3
‘Sesungguhnya Kami menjadikan Al Qur’an dalam bahasa Arab supaya kamu memahami (nya).’

Jawab:

HADIST HADIST PELINTIRAN YANG SERING DIPAKAI PENGGUGAT DAN PENGHUJAT ISLAM (Part 1)

Bukan sesuatu hal yang baru para Penghujat dan penggunggat Islam menggunakan berbagai cara ,dan salah satu cara yang mereka gunakan adalah memelintir ,memutilasi bahkan membuat hadist palsu untuk dijadikan senjata Menggugat dan Menghujat Islam.
dan Hadist Hadist hasil pelintiran,dimutilasi atau hadist palsu tersebut disebarkan dikalangan mereka. dan tak sedikit dari mereka menyebarkan hadist hadist tersebut kepada masyarakat Muslim awam .
dan berikut ini kami sampaikan beberapa contoh contohnya.
dan kami sajikan dengan tulisan serial,

1. ALLAH SWT MENUDUH PERUT BERBOHONG
Sahih Bukhari 7.71.614
Diriwayatkan oleh Abu Said: seseorang datang pada sang nabi dan berkata, ‘Saudaraku perutnya sedang sakit.”
Sang Nabi berkata, “Suruh dia minum madu.”
Orang itu datang lagi dan berkata, “Sudah kusuruh minum madu tapi malah tambah parah.” Sang nabi lalu berkata, “Allah telah mengatakan yang sesungguhnya, perut saudaramu yang berbohong.”
JAWABAN :
HADITS ASLINYA BEBUNYI :
HR Abu Said Al-Khudri ra, ia berkata. Ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah, lalu berkata : Saudaraku merasa mual-mual perutnya. Rasulullah bersabda, minumkanlah madu! Setelah orang itu memberi madu kepede saudaranya,… dia datang laig kepada Rasulullah dan melapor : aku telah meminumkannya madu tetapi dia malah bertambah mulas. Kejadian itu berulang sampai dengan 3kali. Pada kali ke Rasulullah, tetap bersabda: Minumkanlah Madu! Orang itupun mash saja melapor. Aku benar-benar telah meminumkannya madu tetapi dia malah bertambah mulas, maka Rasulullah bersabda, Maha Benar Allah (dlm firman Nya, surat An Nahl 69) dan ada yang tidak beres dengan perut saudaramu itu. Akhirnya Rasulullah sendiri yang meminumkannya madu dan saudara orang itupun sembuh”
Redaksi Hadits ini dirubah oleh orang yang tidak bertanggung jawab
===================================================
2.  MONYET PUN MEMPRAKTEKKAN HUKUM SYARIAH
Sahih Bukhari 5.58.188
Diriwayatkan ‘Amr bin Maimun: Ketika perioda pra-islam, jaman jahilliyah, aku melihat monyet betina dikelilingi oleh sejumlah monyet-monyet lain. mereka semuanya sedang merajam monyet betina itu, karena monyet itu telah melakukan zinah. Akupun ikut merajamnya.
JAWABAN :

Wanita Haid dalam Pandangan Islam dan Alkitab


KAUM KAFIRIN SERING MEMPERMASALAHKAN HADIST INI:
 
Diperbolehkan bagi seorang suami untuk menggauli isterinya yang sedang haid selain apa yang tertutupi kain. Yaitu, selain apa yang terletak antara pusar dan lutut. Diriwayatkan dari Maimunah Ummul Mukminin, Aisyah r.a, ia berkata:

“Adalah Nabi Saw. apabila hendak menggauli salah seorang isteri dari isteri-isterinya, ia menyuruhnya agar memakai kain sementara ia sedang haid.” (HR. Bukhârî-Muslim)

Demikian pula dengan pendapat kebanyakan para ulama yang membolehkan suami menggauli isterinya yang sedang haid, selain pada kemaluannya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Saw., “Perbuatlah segala sesuatu kecuali bersetubuh.” (HR. Muslim)

Menurut riwayat dari salah seorang isteri Rasulullah Saw., disebutkan: “Adalah Rasulullah Saw. ketika beliau menginginkan sesuatu dari isterinya yang sedang haid, maka ia mengenakan padanya kain penutup pada kemaluannya.” (HR. Abu Dawud)
TANGGAPAN :

Kamis, 15 Maret 2012

Menjawab Pertanyaan Soal Qs(70) Al Ma’arij 40


  • Assalamu Alaikum Ustad, Saya ingin bertanya pertanyaan penting, di dunia nyata saya mendapat pertanyaan oleh seorang muallaf yg membuat saya kesulitan menjawabnya.
    Pertanyaannya begini: kenapa didalam Al-quran surat 70:40 seolah-olah berarti Allah bersumpah kepada Tuhan yg lain
    “Maka Aku bersumpah demi Tuhan yg mengatur tempat-tempat tebit dan tenggelamnya matahari, sungguh Kami pasti mampu [QS. Al-Ma'arij :40, Al-quran dan Terjemahannya, CV Penerbit Diponegoro 2005, Departemen Agama RI]
    Jika Ustadz mengetahui tafsirnya dimohon untuk menjawabnya demi kelancaran dakwah Islam,
    Jazakumullah..
    Wassalam….
Amor jawab
wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh…
A.sebelum menjawab pertanyaan tersebut,perlu diketahui saya hanyalah orang biasa, yang sedang belajar.   dan dalam hal ini saya belajar menjawab pertanyaan tersebut sesuai kemampuan dan pengetahuan saya..

B.untuk menjawab masalah Sumpah,kita perlu tahu Pengertian SUMPAH  
PENGERTIAN SUMPAH dalam Al Qur’an(1) 

Kata ‘sumpah’ berasal dari kata Arab ‘qasam’ yang akar katanya disusun oleh huruf ‘qaf-sin-mim’, kata ini menurunkan beberapa pengertian : to divide, dispose, separate, apportion, distribute..
http://www.studyquran.org/LaneLexicon/Volume8/00000242.pdf
Kata ‘qasam’ diartikan ‘bersumpah’ misalnya terdapat pada ayat :
falaa uqsimu bimawaaqi’i alnnujuumi
[56:75] Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang.
falaa uqsimu bialsysyafaqi
[84:16] Maka sesungguhnya Aku bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja,
laa uqsimu bihaadzaa albaladi
[90:1] Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah),
Namun kata ‘qasam’ dengan derivasinya juga diartikan membagi, memisahkan, misalnya terdapat pada ayat :
wa-idzaa hadhara alqismata uluu alqurbaa waalyataamaa waalmasaakiinu faurzuquuhum minhu waquuluu lahum qawlan ma’ruufaan
[4:8] Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat, anak yatim dan orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.
Faalmuqassimaati amraan
[51:4] dan (malaikat-malaikat) yang membagi-bagi urusan
tilka idzan qismatun dhiizaa
[53:22] Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil.

Muncul pertanyaan :

Rabu, 14 Maret 2012

Kata "Kami" di Dalam Al Qur'an

QS Al Ikhlas (112) : 1 "Katakanlah bahwa Allah itu Maha Esa"

Makanya Allah memperingatkan kepada penyembah trinitas melalui QS Al-MaaIdah (5) :73 "Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih".

Dalam kaidah bahasa kita kenal yg namanya JAMAK BILANGAN dan JAMAK PENGHORMATAN, dan kata KAMI yg sering kita temukan dalam Al-Quran itu adalah bukan dalam bentu jamak bilangan seperti yg selalu dituduhkan umat non Muslim selama ini. Namun itu adalah jamak penghormatan kepadah Yang Maha Agung, Maha Mulia yaitu Allah SWT.

sekali lagi sebagai penghormatan Bahasa Arab ialah bahasa paling sukar didunia. Sedang bahasa paling sukar nomor 2 ialah Bahasa China. Hal ini disebabkan karena dalam 1 kata, bahasa arab memiliki banyak makna.
Contoh: Sebuah gender, dalam suatu daerah boleh bermakna lelaki, tapi dalam daerah lain malah bermakna perempuan. Dalam bahasa Arab, dhamir ‘NAHNU ’ ialah dalam bentuk jamak yang berarti kita atau kami .

Tapi dalam ilmu ‘NAHWU SHARAF’, maknanya tak cuma kami, tapi aku, saya dan lainnya. Tapi bagi mereka yang faham bahasa Arab sebagai bahasa yang kaya dengan makna dan kandungan seni serta balaghah dan fashohahnya, Ambil gampang nya ya untuk logika sederhana nya: Jika memang “Kami” dlm Al Qur’an diartikan banyak (lebih dari 1),,