Cari Di Blog Ini

Kamis, 01 Maret 2012

AL QUR’AN menjelaskan PENYAKIT, PENYEBAB DAN PENYEMBUHANNYA

“Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebagian azab yang dekat di dunia sebelum azab yang lebih besar di akhirat ; mudah – mudahan mereka kembali ke jalan benar”. SAJDAH ; 21 .

Banyaknya jenis penyakit baru yang menular dan berbahaya saat ini di seluruh dunia ternyata tidak membuat manusia menjadi sadar akan kesalahannya . Menurut data di Indonesia dalam 1 hari jumlah manusia yang mati karena sakit mencapai +/- 300 orang /hari ,ini merupakan PR yang sangat berat bagi pemerintah untuk mengatasinya .Manusia terlalu yakin dengan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang dikuasainya sehingga lupa bahwa sakit – sehat ,hidup – mati ,miskin – kaya semua di tangan ALLAH .Tanpa sadar sebenarnya saat ini kita telah kembali ke jaman jahiliyah ,inilah yang disebut JAHILIYAH MODERN dimana manusia menyembah ilmu pengetahuan dan teknologi ( berhala / kebendaan ) . Kenyataan yang kita lihat hingga saat ini teknologi medis/dokter tidak mampu menyembuhkan penyakit seperti diabet, stroke, kolesterol, lupus ,aids ,flu burung /babi dll .Saat ini ilmu kedokteran hanyalah sekedar untuk mengurangi rasa sakit . Dan saya yakin dalam waktu dekat akan muncul lagi penyakit - penyakit baru sebagai azab / hukuman Allah karena kekafiran manusia .

Lebih jelasnya kita lihat bagaimana Al Qur’an menjawab masalah tersebut :

Senin, 27 Februari 2012

Vatican Requests 1,500-Year-Old Bible Held In Turkey


Old Bible
 
The Bible of William Hannay of Tundergarth, Dumfriesshire. No Photos of the Turkish Bible are available at this time.
The Vatican has allegedly issued an official request to examine a 1,500-year-old Bible that has been held in Turkey for the past 12 years, the Hurriyet Daily News reports.
The Bible reportedly contains early teachings of Jesus Christ and is written in gold lettering on animal hide in Syriac, a dialect of Aramaic, which was the native tongue of Jesus.
According to a report by National Turk, the Bible was seized from a gang of smugglers in a Mediterranean-area operation. The report states the gang was charged with smuggling antiquities, illegal excavations, and the possession of explosives.
Today's Zaman reports that the Bible is under high security and that a Turkish daily newspaper, the Star, claims the book could be a copy of the Gospel of Barnabas -- a controversial text which some claim is an addition to the original gospels -- Matthew, Mark, Luke, and John -- that was suppressed.
In it, Jesus is said to have predicted the coming of the Prophet Muhammad.
Due to its value as a cultural and religious artifact, even photocopies of the pages could be worth between 3 and 4 million Turkish Lira, or about 1,700,000 to 2,300,000 U.S. dollars.
CORRECTION: A previous version of this article mischaracterized the status of the Gospel of Barnabas in various religious traditions. Also, the exchange value of the Turkish lira was initially miscalculated.

Translate Indonesia

Senin, 20 Februari 2012

Presiden ke-3 AS Juga Penulis Kitab Suci

Foto : The Jefferson Bible (Smithsonian)
Foto : The Jefferson Bible (Smithsonian)
WASHINGTON - Selain menjadi penulis dari Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat (AS) Presiden ketiga dari Paman Sam itu juga membuat Kitab Suci Injil karena dirinya tidak menyetujui beberapa isi dari kitab suci itu. Alkitab itu pun segera diperbaharui agar sanggup bertahan lama.

Museum Smithsonian Institution yang ada di Washington tampak bekerja keras untuk memperbaiki buku alkitab karya Jefferson yang seringkali disebut The Jefferson Bible. Dalam alkitab itu, Jefferson menulis tentang kebangkitan hantu suci dalam alkitabnya.

Edisi baru dari The Jefferson Bible diterbitkan oleh Tarcher pada Januari ini. Namun Smithsonian masih menggelar pameran dari buku alkitab itu.

Dalam alkitab karya Jefferson, Presiden ketiga AS itu tampaknya kurang menyetujui sejarah keajaiban dari kelahiran Bunda Maria dan beberapa bagian lainnya. Oleh karena itulah pada 1820 silam, Jefferson mengedit beberapa bagian dalam alkitab itu. Demikian seperti diberitakan Daily Mail, Rabu (18/1/2012).

Para ahli di Smithsonian Institute tampaknya mengalami kesulitan untuk menjilid ulang alkitab itu karena buku tersebut sudah tampak rapuh dan menjadi mudah sobek.