Ilustrasi (inet)
Perjalanan
komunitas tarbiyah sekarang telah menginjak di era ketiga dalam mihwar
dakwah kita, mihwar muassasi. Selangkah lagi kita menuju tahapan keempat
yaitu mihwar dauly. Semakin berkembang suatu komunitas maka
tantangannya semakin besar. Permasalahan itu di antaranya ada yang
mengeluh kekurangan orang ataupun ada yang mengeluh karena kualitas
kader dakwahnya yang berbeda dengan generasi sebelumnya.
“Likulli marhalatin rijaluha”.
Dengan statemen ini terkadang orang terjebak dalam berargumen bahwa itu
adalah masalah yang wajar. Karna ada perbedaan kapasitas pemuda yang
terdahulu dengan pemuda sekarang yang katanya tidak bisa disamakan. Yang
sebenarnya dimaksud di sini adalah setiap massa itu ada pemudanya,
pemuda itu harus mengetahui medan dan mempunyai keahlian spesifik agar
bisa menyelesaikan permasalahan di massanya sehingga akan mewarnai masa
itu dengan warna yang jelas dan menjadi penggerak pada massanya itu.
Munculnya
permasalahan SDM dan kualitas kader dakwah, salah satunya tidak lepas
dari ketaatannya terhadap jamaah atau pemimpinnya. Kalau semua ketentuan
itu dijalankan maka persoalan itu bisa kita selesaikan dan kita bisa
beranjak untuk menerima dan menyelesaikan permasalahan lainnya.
“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” (QS. Alam Nasyrah Ayat : 7)
Komunitas
(jamaah) ini ada dengan segala perangkat yang tersistem dengan baik.
Agar itu terimplementasi dengan baik maka butuh ketaatan kadernya, baik
dari segi aturan jamaah atau aturan qiyadah.
Kepada Siapa Kita Harus Taat