Cari Di Blog Ini

Minggu, 04 Desember 2011

Lindungi Skandal Seks Pastor, Uskup Kansas Terancam Hukuman Berat



Lindungi Skandal Seks Pastor, Uskup Kansas Terancam Hukuman Berat

KANSAS CITY  – Uskup Gereja Katolik Kansas City (KC), Missouri, Amerika Serikat (AS), menjadi pejabat Gereja Katolik AS paling tinggi yang dijerat hukum. Ia dianggap melindungi kekerasan seksual pastor terhadap anak-anak. Demikian dilansir AP,  Jumat (15/10/2011).

Uskup Gereja Katolik Kansas City Robert Finn, dianggap gagal melindungi anak-anak setelah ia dan keuskupannya menunggu selama lima bulan melaporkan ke polisi tentang ratusan pornografi anak yang ditemukan di sebuah komputer pastor.

Biarawati India Ditangkap dalam Kasus Perdagangan Anak di Panti Katolik




Biarawati India Ditangkap dalam Kasus Perdagangan Anak di Panti Katolik

Seorang biarawati India ditangkap atas tuduhan melakukan perdagangan anak dari sebuah panti asuhan yang dikelola oleh Suster-suster Misionaris Cinta Kasih (MC), sebuah kongregasi yang didirikan oleh Beata Teresa.
Suster Mary Elisa MC, seorang biarawati India dibebaskan dua hari lalu dengan jaminan menyusul penangkapannya pada 25 November di Panti Asuhan Prem Niwasa di Moratuwa, sekitar 18 kilometer selatan ibukota Kolombo.
Otoritas Perlindungan Anak Nasional (NCPA) menuduh Suster Elisa melakukan perdagangan anak dan pelanggaran lain yakni mendampingi kaum perempuan yang hamil diluar nikah, yang juga dikelola oleh para biarawati itu.
Beberapa warga asing bersama dengan 75 anak, 20 wanita hamil dan 12 ibu baru tersebut diduga hadir pada saat serangan 23 November.

Gara-gara Dosa Lalulintas, Paus Terancam Ditilang!!



Gara-gara Dosa Lalulintas, Paus Terancam Ditilang!!

BERLIN-JERMAN (voa-islam.com) – Di gereja, Paus boleh menjadi orang yang dianggap suci. Tapi di jalan raya tak semua orang menghormatinya. Akibat dosa lalulintas yang dilakukan, Paus digugat.

Kepala gereja Katolik, Paus Benediktus XVI menghadapi tuntutan karena tidak memakai sabuk pengaman. Paus terancam denda karena melakukan dosa dengan tidak berkomitmen menggunakan sabuk pengaman selama perjalanan terakhir ke Jerman.
Menurut senjumlah laporan dari reporter Eropa, seorang anggota dari publik Jerman dilaporkan telah memutuskan untuk menggugat Paus Benediktus XVI setelah dia tidak memakai

Walikota Bogor Terima Surat 3 Karung dari Berbagai Negara & Vatikan



Walikota Bogor Terima Surat 3 Karung dari Berbagai Negara & Vatikan

Bogor (voa-islam) – Kebijakan Walikota membuat Surat Keputusan (SK) permanen terkait pencabutan IMB, membuat pihak GKI Yasmin panik dan kalang-kabut. Kegagalan mereka mendirikan bangunan gereja yang menyalahi aturan itu, menjadikannya gelap mata. Upaya politisasi, disinformasi, sampai internasionalisasi dilakukan dengan segala cara.
Bukan main, Walikota Bogor, telah kebanjiran surat-surat dari berbagai negara, lantaran distorsi infomasi yang disebarkan media massa sekuler dan media internasional. Berita yang diplintir itu adalah sebuah upaya pembunuhan karakter terhadap walikota seolah menghalangi orang beribadah, dalam hal ini umat Krisniani.
Usai mengadakan Konferensi Gereja Internasional di Manado, Sulawesi Utara beberapa waktu lalu, ratusan pendeta Kristen dari berbagai negara pun berkunjung ke Bogor untuk melihat lokasi pembangunan gereja liar yang terletak di Jl. KH. Abdullah bin Nuh tersebut.

GKI Yasmin Bogor: Gereja Ilegal yang Hobi Melanggar Aturan



GKI Yasmin Bogor: Gereja Ilegal yang Hobi Melanggar Aturan

Bogor (voa-islam) – Perjuangan Umat Islam Kota Bogor belum usai. Forkami (Forum Komunikasi Muslim Indonesia) yang selama ini menjadi garda terdepan dalam melakukan perlawanan atas rencana pembangunan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin, berkali-kali menegaskan, kasus ini bukan persoalan kerukunan umat beragama, melainkan murni permasalahan hukum, yakni pemalsuan tandatangan warga dalam proses pengajuan IMB GKI Yasmin.
“Jangan bicara kemana-mana, bahkan sampai ke dunia internasional, seolah-olah pihak GKI Yasmin dilarang untuk beribadah,” kata Ketua Forkami Ahmad Iman yang dijumpai voa-islam di Gedung DPRD Bogor.
Forkami adalah kumpulan warga Curug Mekar, Wangkal dan Perumahan Taman Yasmin. Forkami berdiri untuk mengawal kinerja aparat pemerintah dalam menangani kasus GKI Taman Yasmin Bogor, agar bekerja dengan baik, jujur dan amanah.
Begitu tersebar berita “ngaco” di med

Aneh! Umat Islam Bogor Yang Menolak Gereja Ilegal, Dicap Salafi Wahabi



Aneh! Umat Islam Bogor Yang Menolak Gereja Ilegal, Dicap Salafi Wahabi Bogor (voa-islam) - Ketua Forum Umat Islam (FUI) Bogor Ustadz Iyus Khairunnas kepada voa-islam menyesalkan pihak GKI Yasmin yang berusaha memecah belah ukhuwah umat Islam di Kota Bogor dengan cara mengadu domba tokoh islam yang satu dengan tokoh Islam yang lain. Umat Islam yang menolak pembangunan gereja illegal disebut sebagai salafi wahabi dan ikut campurnya kaum pendatang.
“Saya selaku Ketua FUI Bogor telah melakukan tabayun dan klarifikasi kepada tokoh-tokoh Islam yang ada di Kota Bogor, agar isu perpecahan ini bisa dihindari. FUI mencoba memfasilitasi para tokoh Islam dan pimpinan ormas Islam kota Bogor untuk berkumpul sekaligus berkomunikasi untuk tujuan meredam ketegangan sesame kaum muslimin akibada upaya adu domba pihak tertentu,” ujar Ustadz Iyus.
Jika tidak diantispiasi, bukan tidak mungkin ada upaya dari pihak-pihak tertentu untuk mendisain persoalan ini pada sebuah operasi intelejen, dengan memanfaatkan figur orang  atau kelompok yang emosional dalam menyelesaikan masalah kasus GKI Yasmin.

Buya Hamka: Vonis Sesat terhadap Wahabi Direkayasa untuk Gurita Kolonialisme




Buya Hamka: Vonis Sesat terhadap Wahabi Direkayasa untuk Gurita Kolonialisme

Oleh: Zulkarnain Khidir
Mahasiswa Universitas Prof. DR. HAMKA, Jakarta
Belakangan ketika isu terorisme kian dihujamkan di jantung pergerakan umat Islam agar iklim pergerakan dakwah terkapar lemah tak berdaya. Nama Wahabi menjadi salah satu faham yang disorot dan kian menjadi bulan-bulanan aksi “tunjuk hidung,” bahkan hal itu dilakukan oleh kalangan ustadz dan kiyai yang berasal dari tubuh umat Islam itu sendiri.
Beberapa buku propaganda pun diterbitkan untuk menghantam pergerakan yang dituding Wahabi, di antaranya buku hitam berjudl “Sejarah Berdarah Sekte Salafi-Wahabi: Mereka Membunuh Semuanya Termasuk Para Ulama.” Bertubi-tubi, berbagai tudingan dialamatkan oleh alumnus dari Universitas di Bawah Naungan Kerajaan Ibnu Saud yang berhaluan Wahabi, yaitu Prof. Dr. Said Siradj, MA. Tak mau kalah, para kiyai dari pelosok pun ikut-ikutan menghujat siapapun yang dituding Wahabi. Kasus terakhir adalah statement dari kiyai Muhammad Bukhori Maulana dalam tabligh akbar FOSWAN di Bekasi baru-baru ini turut pula menyerang Wahabi dengan tudingan miring. Benarkah tudingan tersebut?

Nasihat untuk Kyai Bukhori Maulana: Jauhi Dusta & Fitnah, Jadilah Jujur, Adil & Sopan



Nasihat untuk Kyai Bukhori Maulana: Jauhi Dusta & Fitnah, Jadilah Jujur, Adil & Sopan

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam Kenal,
Maaf saya hanya sedikit  tertarik dengan kejadian demi kejadian yang terjadi antara sebagian kaum NU dan sebagian pengikut Salafusshalih. Apalagi saya membaca hasil ceramah Kyai yang  begitu berapi-api.
Maafkan saya, saya hanya sedikit memberikan masukan atau info yang mungkin dapat membuat penilaian itu dapat adil dan proporsional.
Saya memahami amarah dari Kyai yang begitu menggebu-gebu, sungguh’ saya paham dan bisa mengerti. Kenapa? karena saya belajar agama dan banyak bergaul dengan teman-teman Salafi –dan alhamdulillah sampai sekarang istiqamah di jalan sunnah karena pengajaran yang diberikan ustadz-ustadz pengikut Salaf-.
Untuk itu maka saya ingin memberikan sedikit sharing degan Kyai: Pertama, saya ingin memberikan gambaran yang gamblang yang ada di seputar Salafi Indonesia. Kedua, gambaran salafiyun terhadap sebagian kaum NU. Ketiga, pelurusan pola berpikir, persepsi dan persangkaan yang keliru dari sebagian muslimin NU

Waspadai Kaum 'Sarungan' yang Sinis Sesama Muslim Tapi Manis kepada Kafirin



Waspadai Kaum 'Sarungan' yang Sinis Sesama Muslim Tapi Manis kepada Kafirin

Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya” (Qs Al-Mujadilah 22).
VOA-ISLAM.COM – Seorang bapak sepuh pernah bercerita, pada masa pra-kemerdekaan ketika sejumlah umat Islam shalat di masjid mengenakan celana panjang, oleh komunitas sarungan dicap kafir. Bagi mereka, celana panjang diidentikkan dengan busana penjajah, sedangkan busana shalat yang afdhal adalah mengenakan sarung.
Sarung adalah kain panjang yang dijahit pada kedua tepinya sehingga membentuk silinder. Konon, sarung berasal dari Yaman, dan masuk ke kawasan Nusantara diduga bersamaan dengan masuknya Islam.
Menutup aurat dengan sarung atau celana panjang, sesungguhnya bukan hal prinsip yang sampai harus disikapi dengan mengafirkan orang lain. Sarung sendiri di kalangan bangsa Mesir atau Turki adalah perlengkapan tidur, yang tidak layak dibawa ke tempat peribadatan atau pergaulan sehari-hari.
Kalau pada akhirnya sarung menjadi salah satu cara menutup aurat, perlengkapan beribadah dan keperluan lainnya, tetap saja tidak ada alasan untuk mengafirkan orang lain yang tidak mengenakan sarung saat beribadah (shalat).
Rupanya watak sinis komunitas sarungan ini, tetap eksis hingga kini. Kalau untuk urusan sarung yang tidak prinsipil saja mereka tega mengafirkan orang lain yang tidak sama kebiasaannya dengan mereka, apalagi untuk hal-hal yang serius.

Jangan Lupa Puasa Tasu'a & Asyura Besok Senin-Selasa, Agar Hapus Dosa Setahun



Jangan Lupa Puasa Tasu'a & Asyura Besok Senin-Selasa, Agar Hapus Dosa Setahun

Oleh: Badrul Tamam
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang menjadikan beberapa musim sebagai ladang memanen pahala, salah satunya pada syahrullah al-Muharram. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah yang telah melaksanakan puasa ‘Asyura dan berniat melaksanakan puasa Tasu’a, beserta keluarga dan para sahabatnya.
Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram yang telah Allah muliakan. Secara khusus Allah melarangan berbuat zalim pada bulan ini untuk menunjukkan kehormatannya. Allah Ta’ala berfirman,
فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
“Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. Al-Taubah: 36)